Cerita Horor

Cerita Horor Pendek Indonesia: 10 Kisah dari Berbagai Situasi

Cerita horor pendek Indonesia sering terasa dekat karena latarnya familiar: rumah kontrakan, jalan desa, terminal, kos, sekolah, dan jalur perjalanan.

Cerita Horor Pendek Indonesia: 10 Kisah dari Berbagai Situasi
Isi artikelRumah Kontrakan di Pinggir KotaWarung yang Tidak Ada Siang HariToilet Terminal TerakhirPenginapan di Jalur PanturaRumah Nenek di DesaJalur Pendakian BerkabutGudang Sekolah LamaJembatan di Pinggir DesaKamar Rumah SakitPintu Belakang Rumah

Rumah Kontrakan di Pinggir Kota

Pasangan muda yang baru pindah sering mendengar kursi bergeser di dapur saat tengah malam. Mereka mengira suara dari rumah sebelah sampai menemukan bekas kaki basah di lantai setiap pagi.

Jejak itu selalu berakhir di tembok kosong, tepat di tempat yang menurut pemilik lama pernah menjadi pintu kamar sebelum renovasi.

Warung yang Tidak Ada Siang Hari

Seorang pengendara berhenti di warung kecil ketika hujan deras. Ia minum kopi, membayar, lalu melanjutkan perjalanan.

Esoknya ia kembali untuk mengambil dompet yang tertinggal. Warga sekitar mengatakan di lokasi itu tidak pernah ada warung sejak kebakaran bertahun-tahun lalu.

Toilet Terminal Terakhir

Petugas terminal mendengar pintu toilet terakhir dibuka setiap malam. Ketika diperiksa, ruangan selalu kosong dan lantainya basah.

Suatu malam ia mengunci pintu dari luar. Beberapa menit kemudian terdengar seseorang mengetuk dari dalam sambil meminta dibukakan.

Penginapan di Jalur Pantura

Seorang sopir memilih kamar murah untuk beristirahat. Televisi menyala sendiri menampilkan gambar statis, lalu muncul siluet seseorang berdiri di dekat pintu.

Ketika ia menoleh, tidak ada siapa pun. Namun pintu kamar yang tadi terkunci kini terbuka lebar.

Rumah Nenek di Desa

Di rumah nenek terdapat kebiasaan menaruh satu gelas air di teras setiap malam Jumat. Tidak ada yang menjelaskan alasannya.

Suatu malam gelas itu lupa disiapkan. Tengah malam seluruh keluarga terbangun karena suara seseorang mengelilingi rumah sambil mengetuk jendela satu per satu.

Jalur Pendakian Berkabut

Empat pendaki mengikuti suara lonceng kecil ketika kabut turun. Mereka mengira suara itu berasal dari rombongan di depan.

Setelah satu jam, mereka kembali ke tempat awal tanpa sadar. Di tanah ada bekas kaki mengelilingi mereka, tetapi jejaknya terlalu kecil untuk ukuran manusia dewasa.

Gudang Sekolah Lama

Seorang penjaga menemukan pintu gudang terbuka setiap pagi meski selalu dikunci. Kamera baru dipasang menghadap pintu.

Rekaman menunjukkan pintu tidak pernah terbuka. Namun setiap pukul 02.14, bayangan seorang anak berjalan menembus pintu dan menghilang di dalam.

Jembatan di Pinggir Desa

Warga percaya tidak boleh menoleh ketika mendengar seseorang memanggil di atas jembatan setelah tengah malam.

Seorang pemuda mengabaikan larangan itu. Ia menoleh dan melihat dirinya sendiri berdiri di belakang, tersenyum sambil menunjuk ke sungai.

Kamar Rumah Sakit

Seorang perawat mendapat panggilan dari kamar kosong. Lampu indikator menyala berkali-kali, padahal pasien terakhir di kamar itu sudah dipindahkan.

Saat pintu dibuka, tempat tidur kosong. Namun monitor di samping ranjang menampilkan detak jantung yang stabil.

Pintu Belakang Rumah

Keluarga baru diberi tahu agar tidak membuka pintu belakang setelah pukul sebelas malam. Mereka mengira itu hanya kebiasaan pemilik lama.

Pada malam pertama seseorang mengetuk dari luar dan memanggil nama setiap anggota keluarga satu per satu. Suaranya berubah mengikuti suara orang yang dipanggil.

Ingin membaca koleksi horor lain? Kunjungi SigilHoror.com sebagai bacaan tambahan.

Bacaan terkait